fbpx
Article & News
Sejarah Hari Dokter Nasional 2019 yang Diperingati Tiap 24 Oktober

 

Setiap 24 Oktober, diperingati sebagai salah satu hari bersejarah terutama untuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI menetapkan hari tersebut menjadi Hari Dokter Nasional. Peringatan hari penting ini ternyata telah berlangsung lama di Indonesia.

 

Sejarahnya dimulai saat IDI pertama kali lahir di tanah air. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, IDI sudah ada sejak tahun 1911, dengan nama Vereniging van Indische Artsen. Tetapi, pada tahun 1926, nama itu berubah menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VIG).

 

Seiring berjalannya waktu, perjalanan karir dokter di Indonesia semakin pesat. Hingga pada tahun 1940 di Solo, VIG mengadakan sebuah kongres. Pada kongres tersebut, Prof Bahder Djohan ditugaskan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran.

 

Namun, tiga tahun kemudian saat masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan berganti nama menjadi Jawa IZI Hooko-Kai. Selanjutnya, pada 30 Juli 1950, atas usulan dr Seni Sastromidjojo, Persatuan Tabib Indonesia (PB Perthabin) dan Perkumpulan Dokter Indonesia (DP-PDI) mengadakan pertemuan. Dari pertemuan tersebut, menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)” yang diketuai oleh dr Bahder Djohan.

 

Puncaknya pada 22-25 September 1950 Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park, kemudian diresmikan pada bulan Oktober. Dalam Muktamar IDI tersebut, terpilihlah dr Sarwono Prawirohaedjo sebagai ketua umum pertama di IDI.

 

Pada tanggal 24 Oktober di tahun yang sama, dr Soeharto menghadap notaris guna memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter. Perkumpulan tersebut dinamakan ‘Ikatan Dokter Indonesia’. Sejak saat itu, 24 Oktober 1950 dijadikan sebagai Hari Dokter Nasional, yang bertepatan dengan terbentuknya IDI di Indonesia.

 

 

Sumber : https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4758234/sejarah-hari-dokter-nasional-2019-yang-diperingati-tiap-24-oktober

Dsg MKT : Jumat, 25 Oktober 2019