fbpx
Article & News
Apa ini Vertigo ? atau Sakit Kepala Biasa ???

VERTIGO

 

Apa Bedanya Sakit Kepala Biasa dengan Vertigo ?

 

Vertigo sering disamakan dengan sakit kepala. Padahal, keduanya berbeda. Apa saja perbedaannya? Baca penjelasannya di sini.

 

Hingga saat ini masih banyak orang yang salah kaprah, menganggap vertigo adalah sakit kepala berat. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Sakit kepala merupakan sensasi nyeri di daerah kepala, yang rasa nyerinya bisa seperti ditusuk-tusuk, ditekan, atau diikat. Sedangkan vertigo adalah pusing yang menyebabkan diri atau sekeliling Anda terasa berputar.

 

Sebelum menjelaskan lebih jauh mengenai perbedaan antara sakit kepala dan vertigo, mari ketahui tentang jenis-jenis sakit kepala. Menurut International Headache Society, terdapat dua jenis sakit kepala, yaitu:

 

  • Sakit kepala primer, yaitu sakit kepala yang disebabkan adanya gangguan pada bagian dari kepala, seperti otot, pembuluh darah, atau saraf.
  • Sakit kepala sekunder, yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain.

 

Sebagian besar sakit kepala yang dialami seseorang merupakan jenis sakit kepala primer, yang umumnya tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, berbagai pemicu dapat dianggap sebagai pencetus sakit kepala seperti kurang tidur, pola makan yang tidak teratur, kelelahan, perubahan cuaca, dan masih banyak lagi.

 

Berikut ini adalah jenis-jenis sakit kepala primer:

  • Migrain, yaitu sakit kepala berdenyut dan hanya terjadi pada satu sisi kepala saja. Serangan migrain dapat disertai aura berupa gangguan penglihatan, kebas pada kaki dan tangan, atau gangguan saraf lainnya.
  • Sakit kepala tipe tegang (tension-type headache). Sakit kepala ini sering dikaitkan dengan rasa tegang atau kaku di leher hingga kepala. Rasa nyerinya seperti diikat.
  • Sakit kepala cluster dapat menyebabkan keluhan sakit kepala seperti ditusuk, disertai rasa nyeri di sekitar mata, hidung, dan mata kadang berair

 

Apa perbedaan vertigo dengan sakit kepala biasa?

Nah, vertigo berbeda dengan sakit kepala yang disebutkan di atas. Vertigo merupakan keluhan pusing berputar, bukan sakit kepala. Vertigo merupakan gejala sensasi diri atau ruangan sekeliling yang terasa berputar atau sensasi ketika tubuh terasa melayang seakan mau jatuh.

 

Serangan vertigo dapat bervariasi. Bisa berupa pusing ringan berdurasi sebentar, hingga yang dirasakan parah dan berlangsung lama. Rasanya pun juga layaknya diayun-ayun atau ditarik-tarik ke satu arah. Jika Anda mengalami vertigo yang parah dan berdurasi lama, dapat dipastikan aktivitas harian akan terganggu karena Anda akan kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh.

 

Gejala-gejala vertigo lain yang biasanya muncul berbarengan dengan vertigo antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Gerakan mata tidak normal
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Mendengar dengungan di dalam telinga, bahkan bisa kehilangan pendengaran

 

Jenis Vertigo

Vertigo sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Vertigo sentral, yaitu vertigo yang terjadi karena gangguan pada saraf otak
  • Vertigo perifer, yaitu vertigo yang terjadi karena gangguan pada kanalis semisirkularis telinga

 

Vertigo yang paling sering dialami adalah vertigo perifer. Pengobatan untuk vertigo jenis ini adalah dengan melakukan berbagai manuver dalam mengubah posisi tubuh, sehingga dapat mengurangi keluhan pusing berputar. Selain melakukan manuver, Anda juga bisa mengonsumsi obat vertigo seperti betahistine.

 

Gejala Vertigo

Jika Anda mengalami vertigo atau pernah mengalaminya, gejala-gejalanya dapat dikurangi dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

  1. Hindari gerakan mendongakkan kepala. Gerakkan kepala secara perlahan.
  2. Hindari membungkuk atau berjongkok.
  3. Hindari bergerak secara tiba-tiba.
  4. Kenali faktor pemicu vertigo dan lakukan latihan yang dapat memicu terjadinya vertigo. Ini ditujukan agar otak terbiasa dan menurunkan frekuensi kambuhnya.
  5. Saat vertigo menyerang, segeralah duduk dan pejamkan mata.

 

Perlu diketahui bahwa vertigo sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang mendasarinya. Karena itu, penanganan vertigo tergantung pada diagnosis penyakit yang menyebabkannya.

 

Sampai di sini, Anda sudah mengerti beda antara sakit kepala dan vertigo. Untuk menghindari sakit kepala maupun vertigo, Anda harus menjaga pola makan dengan menghindari makanan yang tinggi garam dan MSG. Selain itu, jagalah pola tidur selalu berkualitas. Jika keluhan sakit kepala maupun vertigo tetap berlanjut atau kerap dirasakan intens, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) atau dokter spesialis saraf.

 

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3569937/apa-bedanya-sakit-kepala-biasa-dengan-vertigo

Dsg MKT : Senin, 21 Oktober 2019