fbpx

VERTIGO

 

 

Vertigo merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak yang dikeluhkan oleh orang dewasa. Vertigo merupakan keluhan nomor tiga yang paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek dokter. Angka kejadian sedikit lebih sering pada wanita dan meningkat sesuai dengan pertambahan usia. Vertigo dibedakan atas vertigo vestibular dan vertigo non vestibular. Vertigo vestibular terdiri dari vertigo sentral dan vertigo perifer.

 

Apakah Vertigo itu?

Vertigo berasal dari bahasa latin vertere yang artinya memutar. Vertigo merupakan distorsi yang tidak menyenangkan dari orientasi gravitasional statik atau persepsi yang salah dari pergerakan sendiri (self motion). Vertigo bukan merupakan suatu gejala klinik saja, tapi adalah kumpulan gejala yang diinduksi baik oleh stimulasi fisiologi atau karena disfungsi patologi. Vertigo sering disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti impulsi ( sensasi tubuh seperti dilempar atau ditarik ke dalam ruang), oscillopsia (ilusi visual/penglihatan dari gerakan ke depan dan ke belakang), gejala sistem somatik (mata begrak-gerak ke arah tertentu/nistagmus), otonomik (Pucat, berkeringat dingin, mual, muntah) dan pusing.

 

Klasifikasi

I. Vertigo perifer:

Disebabkan oleh gangguan pada bagian telinga dalam yang mengontrol keseimbangan (labirin vestibuler atau kanalis semisirkuler) atau pada nervus vestibularis yang menghubungkan telinga dalam dengan batang otak. Vertigo perifer cenderung terjadi intermiten, berakhir dalam periode lebih singkat dan menghasilkan lebih banyak keluhan dibanding vertigo sentral. Nistagmus (osilasi ritmik/gerakan memutar bola mata) selalu disertai dengan vertigo, biasanya ke satu arah (unidirectional) dan tidak pernah vertikal. Biasanya memberikan gejala-gejala tambahan dari gangguan pada telinga, seperti tuli dan tinnitus(telinga berdenging).

 

II. Vertigo sentral

Disebabkan oleh penyakit yang berasal dari susunan saraf pusat(otak). Secara klinis, adanya kerusakan akibat infark/sumbatan atau perdarahan pada otak kecil (serebelum), nuklei vestibular, atau jaras-jaras ke batang otak. Penyebab lain : tumor, infeksi, trauma, dan multiple sclerosis. Vertigo sentral bisa terjadi dengan atau tanpa nistagmus; jika terdapat nistagmus,dapat vertikal, satu arah atau multi arah dan bisa berbeda pada kedua mata. Lesi di otak dapat menimbulkan tanda-tanda serebelar, seperti defisit motorik/kelumpuhan atau sensorik seperti kesemutan, baal-baal, hiperreflexia(reflex yang meningkat), jalan sempoyongan(ataxia)

Vertigo juga ditentukan berdasarkan karakteristik, durasi, faktor-faktor yang menginduksi, gejala penyerta, dan gejala yang melatarbelakanginya. Karakteristik vertigo bisa berupa rotasi atau ketidakseimbangan. Vertigo juga bisa ditimbulkan oleh stimu lasi fisiologi, misalnya pada ketinggian, motion sickness atau disfungsi patologi dari sistem sensori yang menstabilisir. Pengalaman vertigo dibedakan atas persepsi self motion seseorang selama gerakan natural atau bisa juga sebagai gangguan persepsi terhadap lingkungan yang diam. Vertigo harus dibedakan dengan dizziness non vertigo, meliputi sensasi ringan kepala/kepala seperti melayang, pingsan atau pening tidak disertai ilusi gerakan. Berlawanan dengan vertigo, sensasi ini dihasilkan oleh keadaan-keadaan yang mengganggu suplai darah, oksigen atau glukosa ke otak.

 

Bagaimana mendiagnosa vertigo?

Bila terjadi pusing berputar, lihat bagaimana kejadiannya seperti sifat dari pusing (sensasi gerakan), lama (durasi), intensitas, hal-hal yang mempresipitasi atau mengurangi keluhan. Gejala-gejala penyerta seperti mual, muntah, tampak pucat, telinga berdenging. Keluhan lain seperti sulit menelan, penglihatan dobel, perasaan baal di muka atau seputar mulut, kelemahan anggota gerak.

 

Kapan harus ke dokter?

Pengobatan vertigo tergantung pada identifikasi dan eliminasi penyebab yang mendasari. Oleh karena itu pengobatan berupa mencari penyebabnya, menyembuhkan gejalanya dan diterapi/latihan untuk membantu mengurangi kekambuhan. Pengobatan simtomatik ditujukan pada dua gejala utama yaitu rasa vertigo ( berputar, melayang ) dan gejala otonom (mual, muntah). Gangguan keseimbangan bisa berkurang dengan terapi fisik. Pencegahan terhadap memburuknya gejala selama episode vertigo dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Tetap tenang dan beristirahat jika gejala timbul
  • Kurangi aktivitas secara bertahap
  • Hindari perubahan posisi yang mendadak
  • Hindari membaca

 

Jadi segeralah ke dokter, terutama bila baru terjadi pertama kali, karena harus ditentukan termasuk vertigo yang mana dan apa penyebabnya. Penangan yang cepat, akan menghindarkan hal-hal yang akan memperburuk kondisi Anda. Hindari cahaya terang.

 

Untuk informasi dan pendaftaran pemeriksaan silahkan menghubungi

RS Satya Negara Bagian Admisi telp : 65836583 ext 121